Kamu mungkin pernah melihat anakmu duduk di meja belajar cukup lama, tapi hasilnya tetap tidak maksimal. Materi menumpuk, waktu terasa sempit, dan justru muncul kecemasan yang bikin semua terasa makin sulit. Masalahnya bukan karena anak tidak pintar melainkan karena manajemen waktunya belum terarah.
Ketika strategi belajar tidak terstruktur, anak mudah kewalahan, hilang fokus, dan akhirnya belajar hanya “menghafal seperlunya” menjelang ujian. Ini pola yang sering membuat nilai turun dan kepercayaan diri ikut merosot.
Daftar Isi

Kabar baiknya? Waktu belajar anak bisa diatur dengan cara yang lebih efisien dan lebih manusiawi, tanpa harus memaksa mereka belajar berjam-jam setiap hari. Ada teknik konkret yang bisa kamu terapkan mulai hari ini.
1. Mulai dengan Mapping Materi dan Durasi Belajar yang Realistis
Banyak anak gagal bukan karena kurang belajar, tapi karena tidak tahu apa yang harus dipelajari dulu.
Langkah praktis yang bisa kamu terapkan:
- Catat semua materi yang akan keluar di ujian.
- Urutkan dari yang paling sulit → paling mudah.
- Tentukan durasi yang realistis (misalnya 30–45 menit per sesi).
- Pastikan ada jeda istirahat 5–10 menit.
Mapping seperti ini menghindarkan anak dari belajar secara acak dan membantu mereka fokus pada bagian yang paling butuh perhatian.
2. Gunakan Teknik Belajar Pomodoro untuk Menghindari Overload
Pomodoro sangat cocok untuk anak yang mudah terdistraksi atau cepat bosan.
Format yang paling ideal untuk siswa sekolah:
- 25 menit belajar fokus penuh
- 5 menit istirahat
- Setelah 4 siklus → istirahat lebih panjang (15–20 menit)
Metode ini menjaga otak tetap segar dan menjaga stamina saat mendekati ujian.
3. Prioritaskan Review Harian Dengan Active Recall & Spaced Repetition
Inilah dua metode paling kuat untuk manajemen waktu ujian — karena memaksimalkan hasil walau durasi belajar tidak panjang.
Active Recall (Mengambil Ingatan Tanpa Melihat Catatan)
Contoh: tutup buku, lalu coba jawab: “Apa inti materi hari ini?”
Spaced Repetition (Pengulangan Bertahap)
Jadwal ideal:
- Hari ke-1: belajar materi
- Hari ke-2: ulang singkat
- Hari ke-4: ulang lagi
- Hari ke-7: cek ulang
Kombinasi ini meningkatkan retensi jangka panjang tanpa harus belajar dari nol setiap hari.
4. Kelola Emosi Anak Sebelum Belajar, Karena Emosi Mempengaruhi Fokus
Satu hal yang jarang dibahas: emosi saat belajar memengaruhi daya ingat jangka pendek.
Jika anak sedang gelisah, takut salah, atau tertekan, otak akan lebih sulit menyimpan informasi baru.
Tips sederhana sebelum mulai belajar:
- Ajak anak menarik napas 3–5 kali (slow breathing).
- Gunakan timer agar mereka merasa waktu belajarnya jelas.
- Mulai dari materi yang paling mudah untuk “menghangatkan otak”.
Kondisi mental yang stabil membuat manajemen waktu jauh lebih efektif.
STUDI KASUS: Dari Kewalahan Menjelang PAS Menjadi Nilai Maksimal
Rafi, siswa kelas 8, awalnya kewalahan menghadapi materi PAS—terutama karena menunda belajar dan bingung harus mulai dari mana. Nilainya sebelumnya berada di rentang 70–75.
Ketika mulai belajar dengan jadwal terstruktur, ditambah Active Recall dan Spaced Repetition, hasilnya berubah drastis:
- Materi tidak lagi terasa menumpuk
- Waktu belajar lebih terarah (45–60 menit per sesi)
- Hasil PAS berikutnya meningkat menjadi 92
Ini membuktikan bahwa bukan lamanya belajar yang penting—melainkan strateginya.
FAQ (People Also Ask Optimized)
Bagaimana cara anak mengatur waktu belajar saat ujian?
Gunakan jadwal belajar terstruktur, tetapkan prioritas materi, dan pakai metode seperti Pomodoro.
Pendekatan ini membantu anak belajar tanpa kewalahan dan tetap fokus menjelang ujian.
Berapa lama waktu belajar yang ideal sebelum ujian?
Idealnya 45–60 menit per sesi dengan jeda pendek.
Durasi ini cukup untuk fokus optimal tanpa membuat anak mengalami kelelahan mental.
Apakah perlu belajar setiap hari menjelang ujian?
Ya, tetapi cukup dengan durasi singkat dan konsisten.
Metode Spaced Repetition terbukti membantu otak menyimpan informasi lebih lama dengan waktu belajar yang efisien.
Bagaimana menghindari stres saat belajar untuk ujian?
Mulai dengan manajemen emosi sederhana dan istirahat teratur.
Anak yang tenang lebih mudah memproses informasi dan tidak cepat menyerah saat menemui materi sulit.
Apa langkah pertama yang harus dilakukan jika materi ujian terlalu banyak?
Mulailah dengan mapping materi dan urutkan dari yang paling sulit.
Pengurutan ini memudahkan anak menentukan fokus utama agar waktu belajar tidak terbuang sia-sia.
Kesimpulan & Ajakan Konsultasi
Mengatur waktu belajar bukan sekadar membagi jam—tetapi membangun strategi belajar yang manusiawi, efisien, dan sesuai kapasitas anak. Dengan teknik yang tepat, anak bisa menghadapi ujian tanpa panik, tanpa belajar semalaman, dan tetap mendapatkan hasil terbaik.
Jika kamu ingin jadwal belajar yang lebih personal dan mudah diterapkan, kamu bisa konsultasi gratis dengan tim mentor pendidikan ABYAN PRIVATE.
📩 Email: cs@abyan-private.com
📱 WhatsApp: 082316716328
Aku bisa bantu membuat strategi belajar harian yang cocok dengan karakter anakmu.

